solo traveling

Random Trip di Bali, Why Worry?

Saya mungkin salah satu pejalan yang suka random. Sesekali mencoba peruntungan untuk menjajaki berjalan spontan tanpa itenary tanpa rancang acara. Pasrah sama nasib baik dan mudah-mudahan dengan sedikit faktor luck yang bisa membuat perjalanan ini jadi lebih bermakna mungkin.

Ubud memang punya daya tarik tersendiri bagi saya. Dari segi apapun kita akan disuguhi berbagai hal yang menurut saya sangat menarik perhatian. Dari desa desanya yang asri, pemandangan rumah-rumah dan gang gang di dalamnya. Local culture ubud bikin saya enggan beranjak dari tempat itu. Banyak karya seni dipamerkan hampir di tiap sudut jalanannya.

Sore hari tepat pukul 15.30 saya tiba di Ubud. Sengaja saya singgah karena tujuan ke kintamani searah dan tanpa berfikir panjang saya memutuskan untuk menginap barang semalam di Ubud.

Suasana sore yang tenang, orang berlalu lalang di hampir tiap sudut jalanan di pusat Ubud. Dan saya memilih singgah di salah satu kedai kopi di jalan Sri wedari. Namanya Seniman Coffee Ubud.

Bercengkrama di Seniman Coffee Ubud

Single origin papua wamena mungkin pilihan yang tepat buat sore selepas hujan ini. French press metode, dan racikan sang barista yang mumpuni bisa jadi bikin lebih nikmat. Untuk kalian tahu saja saya biasanya ngemper pinggir jalan buat ngopi. Hahahah… kali ini tak apa lah buat nyobain ambience Ubud. Lagian emang belum nemu yang ngemper dekat daerah pusat Ubud ini.

ketenangan di balkon tempat saya duduk mengamati lalu lalang orang

it feels like home…. setuju nggak?

Saya mengamati lalu lalang disekitar kedai kopi ini, kebayang gak ini jadi salah satu scene video klip. Falling in love at the coffeeshop kepunyaan Landon pig. Ah sudahlah terlalu terbawa suasana mungkin.

Seniman Coffee di Ubud ini sangat unik menurut saya, dari segi interior dia memadukan konsep co-working space di salah satu meja besar di tengah yang sangat nyaman untuk berlama-lama ditempat ini. Perpaduan gaya modern dan kontemporer juga terlihat dari pilihan furniture yang dipakai. Outdoor view nya yang langsung ke arah jalan juga sangat bagus menurut saya. Kita bisa mengamati orang berlalu lalang di jalanan ubud sembari meneguk kopi dari bagian yang menurut saya seperti balkon.

seniman coffee studio menawarkan kopi organik dari seluruh nusantara

sudut di seniman coffee studio di jalan sri wedari Ubud

 

an afternoon coffee should be the best healing for every single one

Seniman Coffee studio ubud ternyata menawarkan konsep yang berbeda. Selain menikmati berbagai kopi organik yang berkualitas dari hampir seluruh penjuru nusantara, kita bisa juga melakukan coffee tasting disana. Ada beberapa coffee machine yang memang disediakan untuk belajar menjadi seorang coffee maker yang mumpuni rupanya. Paket yang komplit rasanya dan saya pun tergoda apalagi soal kopi sudah pasti gak bisa nolak…hahaha. sepertinya Seniman coffee studio ini dibangun untuk menaikan kopi menjadi suguhan yang istimewa saat santai seperti sebuah mantra yang tertera di signboard mereka “Life is too Short for Bad Coffee”.

Berbicara soal kopi memang gak akan ada habisnya. Beranjak dari Seniman coffee saya menuju ke penginapan disekitar jl. Sri wedari. Saya gak pernah khawatir soal penginapan di Ubud dan memang banyak tempat yang well recommended disana. Salah satunya di Duana Hostel di jalan sri wedari Ubud.

Suasana pagi di Duana Hostel

Dering alarm yang ketiga kalinya baru bisa buat saya terbangun, setelah kemarin berkendara lumayan jauh dan berkeliling di Ubud membuat saya keenakan tidur rupanya (kecapean sih tepatnya). Tepat pukul 6 pagi saya langsung beranjak dari kasur yang sepertinya enggan untuk ditinggalkan. Aroma dupa langsung menyeruak seketika saat saya buka pintu kamar. Udara pagi yang segar tak kalah beriringan masuk.

Duana hostel layaknya rumah yang nyaman, sapaan pagi itu membuat saya seperti berada dirumah sendiri. Segelas kopi terhidang di meja depan kamar, tak lama menu sarapan pun menyusul bersanding dengan kopi pagi itu. Scramble egg alias telur orak-arik menurut tata bahasa yang saya tahu plus buah-buahan.

sekeliling duana hostel yang asri dan nyaman

 

gerbang dan penunggunya .. lol

 

sekitar kamar saya menginap di Duana hostel ubud

 

those two litle kids was so cute

Merasa akan cukup butuh energi yang cukup besar saya tak segan untuk menghabiskan jatah sarapan pagi itu. Tak luput saya menyambangi jalan di depan hostel dan melihat beberapa penduduk lokal yang berlalu lalang sepulang dari bersembahyang. Percayalah mengalaminya langsung akan lebih terasa ambience Ubud.

 

Warming up trekking di Bukit Campuhan

Mengingat tujuan saya kali ini adalah summit ke gunung Batur alangkah baiknya saya mengawalinya dengan warming up trekking di perbukitan disekitar Ubud. Kebetulan sekali lokasi saya menginap tak jauh dari bukit Campuhan. Trekking disini lebih untuk peregangan otot atau sedikit berolahraga agar badan tetap bugar dan segar selama perjalanan. Melihat hijaunya lahan disekitar bukit dan udara pagi yang masih lumayan segar membuat badan jadi enak untuk kembali beraktifitas.

Cuaca yang bagus membuat mood saya semakin enak selama perjalanan, meskipun sehari sebelumnya hujan turun di berbagai sudut Bali.. beruntungnya saya.

trekking sambil lihat kanan kiri bukit campuhan yang hijau-hijau

 

sejauh mata memandang adalah hijau

surounding by the green grass along the way at Campuhan Hill

I do really enjoy my kind of random travelling especially in Bali. Jadi buat kamu yang masih ragu buat jalan sendirian dan random di Bali jangan takut soal destinasi disana.

Salam pejalan …

 

 

Seniman coffee studio :

 Jalan Sriwedari No. 5, Banjar Taman Kelod, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80561

Duana Hostel Ubud  :                                                                                                                                                    Jl. Sriwedari No. 21 A, Taman kaja
Ubud 80571 Gianyar Bali – Indonesia
Phone : +62(361)970527
Mobile : +62 81 23980262
e-mail : duanahomestayubud@gmail.com
Web : www.duanaaccommodation.com

8 Comments

  1. Adelina 23 Februari 2017
  2. agus setiyawan 4 Maret 2017
  3. Nadella 26 April 2017
  4. Nurul Rahmawati 15 Mei 2017
    • PejalanSenjaIndonesia 18 Mei 2017

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Instagram