groupies travel

Eksotisme Teluk Kiluan Dan Laguna Gayau Lampung

Eksotisme Teluk Kiluan Dan Laguna Gayau Lampung | Jakarta itu kalau nggak macet ya kayak kita makan gak pake sambal, kurang pedes – kurang yahuddd. Cuma ya kepedesan juga gak enak sama halnya seperti macet banget juga gak enak, stuck kayak jodoh hehehe. Jadi curhat nih. Oke sekian sedikit curhatan gw dan lanjut ke topik jalan jalan kita.


O iya, betewe eniwe buswe, postingan kali ini lebih banyakan sharing foto daripada detail soal Eksotisme Teluk Kiluan dan Laguna Gayau Lampung menggunakan kata-kata. Next aja ya bahasan detailnya. Kayak sneak peak gitu deh

eksotisme teluk kiluan dan laguna gayau lampung

Bersenang-senang di Teluk Kiluan dan Laguna Gayau Lampung


Berawal dari ngobrol sambil ngopi-ngopi di daerah Kemang lalu muncullah ide untuk reunion. Reunion kali ini bukan alumni sekolah atau kuliah melainkan kita ber-7 dalam grup ‘Bolangers’. Tujuan dan waktu pelaksanaannya sudah deal yakni wilayah Lampung, lebih tepatnya ke Teluk Kiluan.

 
Tak perlu berlama-lama, kurang lebih satu bulan dari waktu kita meeting dan dengan persiapan yang lumayan maksimal akhirnya tiba juga hari keberangkatan untuk menikmati Eksotisme Teluk Kiluan dan Laguna Gayau Lampung yang terkenal itu. 

Mari Berangkat!! Menikmati Eksotisme Teluk Kiluan Dan Laguna Gayau Lampung 


Rencana berangkat pukul 09.00 malam kita naik mobil ber 8 (bayangin tuh mobil muat aja). Setelah  personil komplit kita langsung cabut karena perhitungan kita masih harus antri nyebrang di Merak dan lanjut ke kawasan Teluk Kiluan di Lampung Selatan yang memakan waktu kurang lebih 8 sampai 9 jam.

Suasana pelabuhan merak saat itu cukup lengang, tak banyak antrian (seperti  jodoh ya.. sepi). Dan 2 jam di kapal kita lewati dengan selonjoran dan kemudian tidur. Sampai di Bakaheuni sekitar pukul 05.00 pagi dan kita bersiap untuk keluar kapal. 

perjalanan menuju teluk kiluan lampung

Durennya mas…. (bukan duda keren yaaa) – kalau single ***** (cencored)


Rasa lapar pun melanda. Di samping itu perutku juga mules, maklum sudah jamnya cari inspirasi kalo jam segitu (baca ; pengen buang air besar).Selang  waktu 45 menit  dari Bakaheuni kita singgah di rumah makan, tanpa menunggu lama kita langsung nyaplok menu sarapan pagi itu. 

Perjalanan Di Permukaan Bulan Menuju Teluk Kiluan


Kembali ke perjalanan dan medan jalannya lumayan ‘gradakan’ setelah melewati wilayah Kalianda – serasa melewati permukaan bulan yang penuh lubang gitu deh. Rencana mau tidur nyempil di mobil apadaya banyak goncangan …hehehe. 

Ibaratnya sudah gak tahan pengen cepet sampai lokasi dengan medan jalan yang lumayan menguras waktu tempuh karena di beberapa lokasi ada perbaikan jadi musti antri untuk lewat. 


Lubang di beberapa titik membuat kami kewalahan melajukan mobil dan musti cari space untuk bisa lolos. Dan aroma pantai sudah mulai terasa, semilir angin dan banyaknya pohon kelapa nyiur ditepi pantai. 

Di depan sana, pantai tertimpa cahaya matahari – seperti kilauan bintang sudah menyambut. 


Namanya pak Solihin dan dia salah satu pendiri eco wisata di daerah teluk kiluan. Ya lumayan dikenal sudah pasti, apalagi dia punya homestay yang enak banget viewnya di bibir pantai Teluk Kiluan itu. 
homestay di teluk kiluan lampung

Depan homestay Pak Solihin nih…


Bisa dibayangkan saat kita tidur terdengar suara ombak di bawahnya. Tanpa berlama lama lagi kita sudah langsung check in di homestay pak Solihin yang punya 2 kamar. Dan tanpa  berlama-lam, kami semua langsung menuju Laguna Gayau.

Laguna Gayau Dan Teluk Kiluan Lampung Yang Menggoda

 

Laguna Gayau berukuran panjang 6 meter dan lebar 3 meter dan untuk menuju ke lokasi Laguna kita musti melalui bukit dan jalan di batu batu karang pinggir pantai (jadi selamat berkeringat dan menarik napas panjang).

Malam hari kita berkumpul di anjungan sambil menikmati udara pantai dan posisi anjungan persis didepan kamar homestay tempat kami  bermalam.  Berharap bisa lama disini dan nikmatin bangun pagi dengan view pantai.



Pukul 06.00 kami sudah siap berangkat untuk melihat para dolphin (yang notabene akan keluar ke permukaan laut sekitar pukul 8 pagi). Menaiki jukung yang maksimal diisi 4 orang kami melaju menuju laut lepas. 

Bisa dibayangkan kalau posisi kita melawan arus laut dan sesekali perahu seperti naik dan loncat sesekali itu saya langsung pegang perahu dengan sekuat tenaga( efek gak bisa renang cuy). 

Rasa penasaran dan takut seketika hilang ketika melintas sekumpulan lumba2 berenang dipermukaan laut. Sebagian berlompatan, indah …. Saya pun sampai lupa mengabadikan moment tersebut  sampai pada saat temen satu perahu saya coba mengingatkan untuk berfoto. 

Jalan Bareng itu…

Kadang membiarkan moment itu menjadi milik kita sendiri dan dilihat kita sendiri itu lebih precious .

Sometimes..If I like the moment, for me, personally.. I don’t like to have the distraction of the camera.. I just want to stay in it.. – Life of Walter Mitty

Lelah? Sudah pasti namun rasa senang lebih dominan dan pulang dengan banyak moment yang suatu saat pasti saya kangenin.
 
See you on the next journey bolangers ….

2 Comments

  1. Melda Wijayanti 12 Desember 2015
  2. iwan kurniawan 12 Desember 2015

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Instagram